Penggoda

Aku, bukanlah anak yang penurut ataupun kakak yang baik sepertimu. Meskipun dengan cara yang berbeda, aku sangat mencintai mereka. Berkali-kali ketakutan muncul dipikiranku, pada saatnya akankah kami bertemu di surga. Pertanyaan itu benar-benar membuatku sangat kacau jika memikirkannya. Terlalu banyak path yang mungkin saja terjadi, banyak flow yang dilewati, dan banyak kondisi maupun looping yang bisa terjadi. Dan pada akhirnya aku hanya bisa menangis sendirian. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Yang aku tahu hanyalah mencari orang yang bisa mengajariku menjadi anak dan kakak yang lebih baik dan mereka cintai. Mungkin lebih daripada mencintaiku. Setidaknya itulah hadiah terbaik yang bisa aku berikan pada mereka.

Dan pada akhirnya saat kau bercerita tentang keluargamu, tentang Akbar, Ayahmu, dan Ibumu pada pertemuan pertama kita membuatku yakin bahwa kaulah orang yang selalu ada di mimpiku selama ini. Aku merasa ada diantara kalian saat kau ceritakan semuanya, aku bisa merasakan, bahkan sangat jelas dalam pikiranku. Tanpa aku sadari aku jatuh cinta pada kalian. Hatiku berkata bahwa aku harus menjadi bagian kalian, dan kau harus menjadi bagian keluargaku dan menjadi sangat berharga bagiku. Berkali-kali aku katakan pada Ipen dan Robby, aku bertemu dengan orang yang selama ini hanya ada di anganku. Orang yang menurutku hanya akan ada dalam mimpi dan tidak mungkin ada di dunia ini. Tapi ternyata Allah membawamu ke Jogja dan mempertemukan kita.

Namun saat ini ada ketakutan yang sangat dalam di hatiku. Akankah kau dihadirkan hanya sebagai penggodaku bahwa orang yang aku impikan memang ada agar aku takjub lalu Dia bawa berlalu. Hanya pertanyaan demi pertayaan yang keluar dalam hatiku Apa artinya semua ini? Apakah Kau membawanya ke Jogja untukku, ibuku, ayahku, dan adik-adikku? Apakah Engkau membawanya untuk orang lain karena aku tidak pantas untuknya? Apakah Kau akan meridhoi ku? Dan masih banyak pertanyaan lain yang selalu keluar dipikiranku lalu pada akhirnya hanya berulang. Sama seperti looping while(true).

Saat ini aku tidak tahu lagi harus melakukan apa. Tak tahu apa yang harus aku lakukan jika gagal. Pikiranku buntu, nafasku sesak, dan bahkan aku kesulitan untuk menulis kode program yang sedang aku kerjakan. Ingin rasanya menangis saat aku berada pada keadaan seperti ini. Keadaan yang tidak aku rasakan sebelumnya. Aku benar-benar kacau.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *