Ditinggalkan pacar atau diduakan orang yang ingin aku ajak untuk menghabiskan waktuku bersama memang berat. Bahkan di saat aku sedang berjuang untuk merealisasikannya pernah aku alami. Sebelumnya aku sudah menutup diri selama 3 tahun lalu mulai kembali untuk membuka diri, hingga pada akhirnya ditinggalkan.
Saat itu memang keadaan yang sangat berat untukku. Namun aku masih terus berusaha bangkit. Saat aku sudah mulai bisa menerima semua itulah ku bertemu denganmu yang benar-benar berubah semua logikaku. Bahkan lebih dari dia yang dulu.
Aku sungguh mencintai kecerdasan, cara bicara, dan sikap mu. Dan baru dirimu lah orang pertama yang secara langsung dan mantap aku ajak untuk menghabiskan waktu di dunia maupun di surga.
Sampai aku mengenal akbar. Dan pada akhirnya aku sadar bahwa aku tidak hanya mencintaimu. Tapi juga akbar. Kalian berdua sungguh menginspirasiku. Saat kalian tak ada kabar membuatku cemas dan takut hingga kalian berdua datang dalam mimpiku.
Memeluk akbar dan dengan jelas aku bisa mendengar suaranya. Seperti apa wajahnya, seberapa tinggi nya pun sangat jelas di mataku dan selalu ku ingat dengan jelas ketika aku merindukannya.
Dan saat ini aku benar-benar takut kehilangan kalian. Ditinggalkan 1 orang pacar yang aku sayang memang berat tapi mungkin tidak seberat jika kamu dan akbar sekaligus.
Dan saat ini aku sedang berusaha untuk memenuhi permintaannya untuk memancing bersama. Satu hal yang tidak pernah aku lakukan pada semua mantan pacar ku. Kalian sudah menghancurkan semua logikaku.
Tapi dengan semua keputusanmu saat ini membuatku dalam posisi yang sangat sulit. Aku tidak ingin membuat semua orang berfikir buruk jika aku melakukannya. Namun di sisi lain aku harus menepati janji ku sebagai seorang pria kepada akbar.
Aku ingin menangis, teriak, menertawakan diriku sendiri lalu mencemoohnya sekeras mungkin hingga semua orang tidak dapat mendengarnya. Tapi aku tak sanggup menangis. Hanya kebingungan yang ada dalam hatiku.
Sering kali aku tanya-tanya kenapa aku harus di Jakarta? Jika waktu bisa kembali aku pasti akan memilih untuk tetap di Jogja dan menunggumu datang. Dan aku hanya bisa berfikir bahwa Allah memang menyuruh ku untuk ke Jakarta karena saat itu aku tidak cukup pantas untuk kalian. Apalah arti semua ini?
Dengan semua yang terjadi saat ini, hanyalah pertanyaan demi pertanyaan yang ada dalam benakku.
Dan saat ini aku hanya ingin bertemu lalu mengatakan semua ini padamu
Leave a Reply