Category: Asal Ngomong

  • Penghalang Itu Bernama Kufu

    Beberapa tahun yang lalu saat tengah malam menjelang pagi seperti biasanya kami berdiskusi banyak hal, dari topik random sampai serius. Mulai dari kabar, diskusi pada beberapa literasi kuno hingga berdiskusi teori silsilah bangsa Arab dan keturunan nabi karena kebetulan waktu itu kami ditemani oleh ustad ahmad wakid yang memiliki garis keturunan Arab.

    Pada akhir nya temanku menceritakan bagaimana dia ditolak oleh bekas mantan calon mertuanya yang memiliki garis keturunan spesial karena dianggap tidak selevel meskipun berasal dari keluarga terpandang. Saat itu aku hanya mengatakan kenapa dulu tidak didebat saja karena menurutku itu adalah salah satu pemahaman yang tidak masuk akal dan berbenturan dengan dalil yang termaktub di Qur’an.

    Dia hanya mengatakan bahwa dulu tidak terpikir untuk mendebat dengan cara tersebut. Menariknya beberapa lama kemudian temanku yang lain juga menghadapi penghalang yang mirip.

  • Bertemu

    Saat kemarin jadi bilang bahwa kau sedang ke Jogja,  jujur saja aku ingin sekali ke sana. Untuk bertemu denganmu, seseorang yang masuk ke dalam mimpiku. Orang yang tidak pernah aku kira datang di sana.

    Namun maafkan aku karena kita belum bisa bertemu untuk saat ini. 

  • Diam

    Aku tidak akan melakukannya lagi

    Sebuah kalimat

    Saat aku memintamu untuk tidak menghilang lagi

    Kalimat terakhir yang aku dengar langsung darimu

    Tapi itu hanya berlangsung 2 hari

    Dan sepertinya kau tidak mau tau penjelasan ku lagi

    Membuat ku merasakan sakit kepala yang sangat sakit

  • Continued

    Alhamdulillah,

    Pertarungan berlanjut

    Kita akan pergi memancing bersama

    Seperti janjiku padamu

    Insya Allah

    20181113
  • I’m Lost Without You

    I swear that I can go on forever again
    Please let me know that my one bad day will end 
    I will go down as your lover, your friend
    Give me your lips and with one kiss we beginAre you afraid of being alone
    Cause I am, I’m lost without you
    Are you afraid of leaving tonight
    Cause I am, I’m lost without youI’ll leave my room open till sunrise for you
    I’ll keep my eyes patiently focused on you
    Where are you now I can hear footsteps I’m dreaming
    And if you will, keep me from waking to believe thisI’m lost without you
    I’m lost without you

  • I Want to Grow Old with You

    Another day without your smile
    Another day justes by
    But now i know how much it means
    For you to stay right here with me
    The time we spent apart will make our love grow stronger
    But it hurts so bad i can’t take it any longerI want to grow old with you
    I want to die lying in your arms
    I want to grow old with you
    I want to be looking in your eyes
    I want to be there for you, sharing everything you do
    I want to grow old with youA thousand miles between us now
    It causes me to wonder how
    Our love tonight remains so strong
    It makes our risk right all along
    The time we spent apart will make our love grow stronger
    But it hurt so bad i can’t take it any longerI want to grow old with you
    I want to die lying in your arms
    I want to grow old with you
    I want to be looking in your eyes
    I want to be there for you, sharing everything you do
    I want to grow old with youThings can come and go
    I know but
    Baby I believe
    Something’s burning strong between us
    Makes it clear to meI want to grow old with you
    I want to die lying in your arms
    I want to grow old with you
    I want to be looking in your eyes
    I want to be there for you, sharing everything you do
    I want to grow old with you

    –Westlife

  • Don’t Look Back in Anger

    Slip inside the eye of your mind
    Don’t you know you might find
    A better place to play
    You said that you’d never been
    But all the things that you’ve seen
    Will slowly fade awaySo I start a revolution from my bed
    ‘Cause you said the brains I had went to my head.
    Step outside, summertime’s in bloom
    Stand up beside the fireplace
    Take that look from off your face
    You ain’t ever gonna burn my heart outAnd so Sally can wait, she knows it’s too late as we’re walking on by
    Her soul slides away, but don’t look back in anger I heard you sayTake me to the place where you go
    Where nobody knows if it’s night or day
    But please don’t put your life in the hands
    Of a Rock n Roll band
    Who’ll throw it all awayI’m gonna start a revolution from my bed
    ‘Cause you said the brains I had went to my head
    Step outside ’cause summertime’s in bloom
    Stand up beside the fireplace
    Take that look from off your face
    ‘Cause you ain’t ever gonna burn my heart outSo Sally can wait, she knows it’s too late as she’s walking on by
    My soul slides away, but don’t look back in anger I heard you saySo Sally can wait, she knows it’s too late as we’re walking on by
    Her soul slides away, but don’t look back in anger I heard you saySo Sally can wait
    She knows it’s too late as she’s walking on by
    My soul slides away
    But don’t look back in anger
    Don’t look back in anger
    I heard you sayAt least not today

  • Stop

    Namanya buatan manusia, bug pada aplikasi pasti akan ada. Butuh proses selama waktu tertentu untuk membuat aplikasi menjadi bug free. Bisa 1 hari,  1 minggu,  1 bulan, 1 tahun atau lebih.  Tergantung dari seberapa besar sistem yang di buat. 

    Pada akhirnya semuanya pasti akan selesai. Mulai dari bug yang bisa solve dalam hitungan menit hingga beberapa minggu, dari kesalahan penulisan kode program hingga query. Yang pasti itu membutuhkan waktu mulai dari reproduce, analisa, bug fixing, testing,  dan deployment.

    And now I’ve 1 checkbox, he will be checked or not at all. Then i can stop to finding. 

  • Cincin

    Cincin

    Pukul 7.30 pagi aku berangkat dari rumah ketempat kos mu. Sore hari sebelumnya di warung enak aku sudah berjanji untuk mengantarkanmu ke dokter gigi. Sebelum berangkat tak lupa ku telepon dirimu untuk memastikan bahwa kau sudah siap untuk berangkat begitu aku sampai di kos, rumah salah satu caleg itu. Tapi kau tidak mengangkat teleponku sama sekali. Mungkin saja kau sedang mandi sehingga tidak mungkin menjawab telepon ku lalu aku putuskan untuk berangkat saja daripada nanti kau menungguku terlalu lama.

    Seperti biasa aku berhenti terlebih dahulu di Tomira untuk membeli sekaleng nescafe. Akhir-akhir ini aku memang banyak mengkonsumsi kopi karena tidur setelah subuh lalu berangkat ke kantor lagi pukul 9. Begitu keluar dari Tomira masih saja aku telepon dirimu, tapi tetap saja tidak ada jawaban. OK, mungkin mandimu yang lama sehingga belum selesai juga dan aku lanjutkan perjalanan ke kos mu. Begitu di depan kosmu, kau masih saja tidak bisa aku telepon. Akupun mencoba ke masjid Agung Manunggal, karena memang tempat itu adalah tempat yang paling aku sukai ketika menunggumu, dan aku bisa shalat Dhuha terlebih dahulu. Tempatnya sangat dekat dengan kosmu aku tinggal keluar dari masjid, lalu belok kiri.

    Apa daya, hari Minggu lalu masjid Agung Manunggal sedang ada pengajian. Yang langsung terpintas di pikiranku tinggal Masjid Al-Wafa. Salah satu masjid yang membuatku merasa nyaman saat disana. Entah kenapa. Setelah selesai shalat dhuha, kucoba lagi untuk meneleponmu. Tapi masih saja tidak ada jawaban, lalu aku buka Whatsapp, ternyata ada beberapa Whatsapp yang sudah kau kirimkan tapi tidak bisa terkirim dan baru bisa masuk saat aku membuka aplikasi itu. Kau bilang bahwa kau akan siap pukul 10.00 pagi. Aku hanya menjawab “OK baiklah”. Aku pun menunggu di teras masjid Al-Wafa sampai pukul 9.50 kemudian mengirimkan Whatsapp kepadamu bahwa aku akan sampai 10 menit lagi. Sambil keluar dari teras masjid. Sampai di kos mu aku telepon lagi dirimu bahwa aku sudah sampai di bawah.

    Dan kau menanyakan “Mau kemana kita hari ini, kak?”

    Dan aku jawab, “Seperti yang aku bilang kemarin. Kita ke tempat yang Vivi mau. Today is yours”

    “Kita isi parfum dulu ya, kak”

    “OK, baiklah”

    Dan akhirnya kita jalan menuju tempat pengisian parfum di dekat lempuyangan. Setelah mengisi parfum, kau menanyakan kita kemana lagi?Akupun bingung, karena saat ini kita di tengah kota. Saat aku ajak kau ke Kaliurang, kau menolak. Akhirnya aku mengajakmu ke Starbuck JCM untuk melanjutkan obrolan kita Sabtu sore kemarin di Warung Enaak karena memang aku sangat rindu denganmu dan ingin melanjutkan obrolan kita kemarin sore. Starbuck satu-satunya tempat yang bisa kita kunjungi, karena kau sendiri sudah pernah bilang bahwa kau tidak suka kopi, minuman manis, maupun coklat sedangkan aku sedang butuh kopi.

    1 Smoked Beef Quiche, 1 Upsize Dark Mocha Capuchino dengan tambahan Espresso yang aku pesan dan 1 Upsize Green Tea Cream dengan Frap, 1 Almont Croisant, dan juga 1 Pandan Gula Aren Cake, yang kau pesan menemani obrolan kita tentang banyak hal. Tentang kau, aku, adik-adikku, Akbar, ayahmu, dan ibumu. Aku sangat menyukainya, dan aku bilang bahwa aku ingin sekali bertemu dengan Akbar, ya aku ingin sekali memenuhi janjiku untuk memancing dengannya. Seperti yang pernah dia minta beberapa bulan lalu. Lalu ku bilang bahwa ibuku selalu menanyakanmu, karena setelah bulan puasa lalu kau belum pernah lagi ke rumah. Dan saat Idul Fitri pun kau membatalkannya saat kita makan di Bakso Klenger karena kau bilang ayahmu datang ke Jogja dan minta untuk di jemput sore itu juga. Kaupun mengamininya dan akan main ke rumah lagi.

    Hingga pada pukul 13.00 aku katakan bahwa kita shalat Dzuhur dulu, kita pun naik ke lantai 3 mall. Dan kau hanya bisa menunggu di depan karena kau bilang bahwa kau sedang berhalangan. Setelah aku selesai shalat Dzuhur, kita lanjutkan jalan-jalan di JCM dan aku sangat menikmatinya. Mungkin karena aku sangat rindu denganmu. Semenjak Idul Fitri, setiap aku pulang ke kotamu, Jogja. Kamu selalu sedang sibuk, baru hari ini kita bisa jalan bersama.

    Gramedia, tempat yang akhirnya kita kunjungi. Kau bilang ingin mencari buku Obsetry Ginecology. Saat kamu mencari, aku membaca beberapa buku terlebih dahulu. Seringkali aku terpaku dengan buku sejarah jika sedang berada di Gramedia. Dan tiba-tiba aku baru sadar bahwa aku kehilanganmu. Aku berputar putar di sekitar toko untuk mencarimu, setelah ketemu kita lanjutkan jalan-jalan di toko yang sama. Dan saat kau lihat ingin boneka beruang dengan Toga di atas, aku jadi teringat ceritamu saat minta hadiah boneka besar dengan toga pada Mas Hendra. Entah kenapa kau batal untuk mengambilnya. Dan kitapun melanjutkan keliling, lalu kau lihat buku dengan judul “Kado Pernikahan Istimewa”  dan kau menanyakan tentang buku itu kepadaku. Aku sepertinya bilang masih ada yang lain lalu kita menemukan buku berjudul “Hadiah Pernikahan Terindah”.

    Saat kau menanyakan mana buku yang sebaiknya diambil, aku berfikir sejenak dan mencoba membaca maksud dari judul kedua buku itu. Dan akhirnya aku bilang “Kado Pernikahan Istimewa” logikanya “Hadiah Pernikahan Terindah” adalah panduan jika sudah menikah, sedangkan “Kado Pernikahan Istimewa” adalah panduan untuk menuju kesana, sebelum menikah. Hingga pada akhirnya kau menerima masukanku dan mengambil buku itu.

    Masih tetap kita berkeliling di toko itu, saat kau lihat celengan panda, kau bilang mau celengan itu. Kau bilang ingin dua, dan sama-sama kita meminta penjaga untuk mencarikan celengan lain yang serupa. Lalu berkata ingin nabung untuk nikah. Dalam hati aku bilang celenganya untukku satu. Aku mau membawa pulang salah satunya saat nanti sampai di kosmu. Aku mau menabung untuk terus bersamamu. Setelah membayar semuanya kita lanjutkan untuk makan.

    Namun sebelum makan saat kita duduk di bangku depan cafetaria JCM, saat aku mau memfotomu. Terlihat panggilan masuk “My Future Husband” wtf, siapa ya? Akupun hanya memberikannya padamu tanpa mengangkatnya karena tidak etis jika aku yang menerimanya. Setelah selesai telepon kau bilang bahwa itu Paulla, akupun merasa tenang.

    Saat aku mencoba memesan minum untuk kita, kasir bilang bahwa tidak bisa debit atau kredit. Omg,  aku baru ingat bahwa uang yang aku bawa sudah aku pakai untuk membayar parfum saat di lempuyangan tadi. Untung saja masih ada uang 50 ribu di dalam dompetku. Dalam obrolan kita di cafetaria itu, berkali-kali Paulla telepon menanyakan tentang dokumen BPJS pasien dia. Lalu pada akhirnya kau mengalah untuk segera pulang.

    Saat kita melewati eskalator menuju basement mall dan kau bilang sesuatu saat kita melewati depan toko perhiasan perak. Aku bilang padamu “Mau?Ayo” dan kaupun kesulitan memilih cincin yang pas untuk jarimu. Aku hanya melihat-lihat dan pada akhirnya menemukan cincin yang mungkin paling cocok dan pas dijarimu. Saat kau coba dan ternyata pas di jari, kau tanyakan. “Kok bisa tau ukuran yang pas” tapi aku hanya senyum dan mengatakan dalam hati bahwa aku hanya mencoba memahamimu, karena itu aku tau ukuran jarimu. Setelah selesai membayar dua cincin itu, 1 cincin yang aku pilih dan 1 cincin lain yang sedikit terlalu besar di jari manismu. Aku memasangkan kedua cincin itu di jari manismu. Mbak-mbak yang jual cuma tersenyum. Dan kau bilang “Sudah cocok loh kak” akupun hanya berkata dalam hati bahwa aku akan terus berjuang untuk terus bersamamu.

  • Games

    Rainbow Six: Rogue Spears Black Thorn, ya, nama salah satu video game yang pertama kali aku mainkan. Meskipun hanya trial, aku memainkan game ini setiap hari pulang dari sekolah karena game ini adalah game shooter pertama yang mainkan. Tentunya karena tidak  ada game lain.

    Semenjak itu aku mulai berburu game komputer yang lain, mulai dari Age of Empire hingga Warcraft. Setelah aku masuk SMA,  jumlah game yang aku mainkan bertambah banyak karena aku mendapatkan banyak teman yang memiliki hobi yang sama. Call of Duty,  Fifa,  Rise of Nation, dan masih banyak lagi.  Pacaran?  Tidak,  aku hampir tidak pernah tertarik untuk pacaran setelah putus dengan Dyah saat kelas 1. Alasannya simpel aku hanya akan berpacaran dengan orang yang menang aku sayangi. Aku tidak pernah tertarik untuk mempermainkan wanita. 

    Ibuku sering kali mencabut kontak listrik ketika aku sudah terlalu lama bermain game. Dan akupun marah ketika itu dilakukannya. Banyak orang bilang game membuat bodoh. Aku hanya mengatakan dalam hati ketika mereka menceramahi ku seperti itu. Aku bisa belajar sejarah dari Call of Duty, Age of Empire, dan Rise of Nation. Aku bisa belajar memanage dari Playboy The Mansion dan Sims City. Aku bisa belajar untuk menghargai orang lain dan berjuang untuk orang lain dari Call of Duty, Sniper Elite, dan Swat. Aku bisa tahu bagaimana menjadi sebuah team dari Counter Strike, dan Ayodance. Bahkan belajar bahasa inggris dari semua game itu. Aku bisa belajar berkomunikasi dan mendapatkan banyak teman tanpa memandang status, agama, orang tua, dan asal lewat game online.

    Di sisi lain ada banyak cerita bahwa banyak orang yang “membawa” sisi buruk game ke dalam dunia nyata. Masalah itu tergantung dari orangnya. Jika dia bisa membedakan mana dunia game dan mana dunia nyata, tentunya mereka tetap bisa memisahkan semua itu. Caranya adalah mencari teman di dunia nyata. Jadi aku bermain game dengan mengimbanginya bersosialisasi dengan teman-temanku. Ikut tertawa saat mereka bahagia dan itu berduka saat mereka bersedih. Saling menasehati dan saling membantu.

    Begitupun saat aku kuliah, aku masih tetap bermain game sambil tetap kuliah, dan mendesain. Dan pada masa inilah aku terkena toxic game. Hehe. Begitu seringnya aku bermain game, Tya pernah aku hiraukan saat dia menghubungiku lalu pada akhirnya kita putus. Yang aku rasakan saat putus? Aku benar-benar galau, merasa sangat bersalah dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Hingga pada akhirnya setelah aku merenung, aku sadar bahwa aku terlalu ketagihan dengan game.

    Sejak saat itu aku berjanji bahwa aku harus bisa membagi pekerjaan, game, dan orang-orang di sekitarku. Aku tidak pernah main-main ketika aku mengatakan aku cinta pada seseorang, bahkan setelah aku putus dengan Tya aku tidak pernah lagi pacaran karena aku tidak menemui orang yang aku inginkan. Wanita cerdas dan memiliki pandangan luas, wanita baik dan memiliki banyak kasih sayang pada keluarga. Dan aku selalu berjanji pada diriku sendiri, aku harus bisa menemukan orang seperti itu dan tidak akan pernah menjadikan nya permainanku seperti video game yang dengan sesuka hati aku bisa menentukan check point lalu mengulangnya jika game over. Aku tidak akan pernah mengatakan cinta hanya untuk permainan cukuplah aku bermain game.

    Hati manusia bukanlah video game.

    20181111