Author: admin

  • Cincin

    Cincin

    Pukul 7.30 pagi aku berangkat dari rumah ketempat kos mu. Sore hari sebelumnya di warung enak aku sudah berjanji untuk mengantarkanmu ke dokter gigi. Sebelum berangkat tak lupa ku telepon dirimu untuk memastikan bahwa kau sudah siap untuk berangkat begitu aku sampai di kos, rumah salah satu caleg itu. Tapi kau tidak mengangkat teleponku sama sekali. Mungkin saja kau sedang mandi sehingga tidak mungkin menjawab telepon ku lalu aku putuskan untuk berangkat saja daripada nanti kau menungguku terlalu lama.

    Seperti biasa aku berhenti terlebih dahulu di Tomira untuk membeli sekaleng nescafe. Akhir-akhir ini aku memang banyak mengkonsumsi kopi karena tidur setelah subuh lalu berangkat ke kantor lagi pukul 9. Begitu keluar dari Tomira masih saja aku telepon dirimu, tapi tetap saja tidak ada jawaban. OK, mungkin mandimu yang lama sehingga belum selesai juga dan aku lanjutkan perjalanan ke kos mu. Begitu di depan kosmu, kau masih saja tidak bisa aku telepon. Akupun mencoba ke masjid Agung Manunggal, karena memang tempat itu adalah tempat yang paling aku sukai ketika menunggumu, dan aku bisa shalat Dhuha terlebih dahulu. Tempatnya sangat dekat dengan kosmu aku tinggal keluar dari masjid, lalu belok kiri.

    Apa daya, hari Minggu lalu masjid Agung Manunggal sedang ada pengajian. Yang langsung terpintas di pikiranku tinggal Masjid Al-Wafa. Salah satu masjid yang membuatku merasa nyaman saat disana. Entah kenapa. Setelah selesai shalat dhuha, kucoba lagi untuk meneleponmu. Tapi masih saja tidak ada jawaban, lalu aku buka Whatsapp, ternyata ada beberapa Whatsapp yang sudah kau kirimkan tapi tidak bisa terkirim dan baru bisa masuk saat aku membuka aplikasi itu. Kau bilang bahwa kau akan siap pukul 10.00 pagi. Aku hanya menjawab “OK baiklah”. Aku pun menunggu di teras masjid Al-Wafa sampai pukul 9.50 kemudian mengirimkan Whatsapp kepadamu bahwa aku akan sampai 10 menit lagi. Sambil keluar dari teras masjid. Sampai di kos mu aku telepon lagi dirimu bahwa aku sudah sampai di bawah.

    Dan kau menanyakan “Mau kemana kita hari ini, kak?”

    Dan aku jawab, “Seperti yang aku bilang kemarin. Kita ke tempat yang Vivi mau. Today is yours”

    “Kita isi parfum dulu ya, kak”

    “OK, baiklah”

    Dan akhirnya kita jalan menuju tempat pengisian parfum di dekat lempuyangan. Setelah mengisi parfum, kau menanyakan kita kemana lagi?Akupun bingung, karena saat ini kita di tengah kota. Saat aku ajak kau ke Kaliurang, kau menolak. Akhirnya aku mengajakmu ke Starbuck JCM untuk melanjutkan obrolan kita Sabtu sore kemarin di Warung Enaak karena memang aku sangat rindu denganmu dan ingin melanjutkan obrolan kita kemarin sore. Starbuck satu-satunya tempat yang bisa kita kunjungi, karena kau sendiri sudah pernah bilang bahwa kau tidak suka kopi, minuman manis, maupun coklat sedangkan aku sedang butuh kopi.

    1 Smoked Beef Quiche, 1 Upsize Dark Mocha Capuchino dengan tambahan Espresso yang aku pesan dan 1 Upsize Green Tea Cream dengan Frap, 1 Almont Croisant, dan juga 1 Pandan Gula Aren Cake, yang kau pesan menemani obrolan kita tentang banyak hal. Tentang kau, aku, adik-adikku, Akbar, ayahmu, dan ibumu. Aku sangat menyukainya, dan aku bilang bahwa aku ingin sekali bertemu dengan Akbar, ya aku ingin sekali memenuhi janjiku untuk memancing dengannya. Seperti yang pernah dia minta beberapa bulan lalu. Lalu ku bilang bahwa ibuku selalu menanyakanmu, karena setelah bulan puasa lalu kau belum pernah lagi ke rumah. Dan saat Idul Fitri pun kau membatalkannya saat kita makan di Bakso Klenger karena kau bilang ayahmu datang ke Jogja dan minta untuk di jemput sore itu juga. Kaupun mengamininya dan akan main ke rumah lagi.

    Hingga pada pukul 13.00 aku katakan bahwa kita shalat Dzuhur dulu, kita pun naik ke lantai 3 mall. Dan kau hanya bisa menunggu di depan karena kau bilang bahwa kau sedang berhalangan. Setelah aku selesai shalat Dzuhur, kita lanjutkan jalan-jalan di JCM dan aku sangat menikmatinya. Mungkin karena aku sangat rindu denganmu. Semenjak Idul Fitri, setiap aku pulang ke kotamu, Jogja. Kamu selalu sedang sibuk, baru hari ini kita bisa jalan bersama.

    Gramedia, tempat yang akhirnya kita kunjungi. Kau bilang ingin mencari buku Obsetry Ginecology. Saat kamu mencari, aku membaca beberapa buku terlebih dahulu. Seringkali aku terpaku dengan buku sejarah jika sedang berada di Gramedia. Dan tiba-tiba aku baru sadar bahwa aku kehilanganmu. Aku berputar putar di sekitar toko untuk mencarimu, setelah ketemu kita lanjutkan jalan-jalan di toko yang sama. Dan saat kau lihat ingin boneka beruang dengan Toga di atas, aku jadi teringat ceritamu saat minta hadiah boneka besar dengan toga pada Mas Hendra. Entah kenapa kau batal untuk mengambilnya. Dan kitapun melanjutkan keliling, lalu kau lihat buku dengan judul “Kado Pernikahan Istimewa”  dan kau menanyakan tentang buku itu kepadaku. Aku sepertinya bilang masih ada yang lain lalu kita menemukan buku berjudul “Hadiah Pernikahan Terindah”.

    Saat kau menanyakan mana buku yang sebaiknya diambil, aku berfikir sejenak dan mencoba membaca maksud dari judul kedua buku itu. Dan akhirnya aku bilang “Kado Pernikahan Istimewa” logikanya “Hadiah Pernikahan Terindah” adalah panduan jika sudah menikah, sedangkan “Kado Pernikahan Istimewa” adalah panduan untuk menuju kesana, sebelum menikah. Hingga pada akhirnya kau menerima masukanku dan mengambil buku itu.

    Masih tetap kita berkeliling di toko itu, saat kau lihat celengan panda, kau bilang mau celengan itu. Kau bilang ingin dua, dan sama-sama kita meminta penjaga untuk mencarikan celengan lain yang serupa. Lalu berkata ingin nabung untuk nikah. Dalam hati aku bilang celenganya untukku satu. Aku mau membawa pulang salah satunya saat nanti sampai di kosmu. Aku mau menabung untuk terus bersamamu. Setelah membayar semuanya kita lanjutkan untuk makan.

    Namun sebelum makan saat kita duduk di bangku depan cafetaria JCM, saat aku mau memfotomu. Terlihat panggilan masuk “My Future Husband” wtf, siapa ya? Akupun hanya memberikannya padamu tanpa mengangkatnya karena tidak etis jika aku yang menerimanya. Setelah selesai telepon kau bilang bahwa itu Paulla, akupun merasa tenang.

    Saat aku mencoba memesan minum untuk kita, kasir bilang bahwa tidak bisa debit atau kredit. Omg,  aku baru ingat bahwa uang yang aku bawa sudah aku pakai untuk membayar parfum saat di lempuyangan tadi. Untung saja masih ada uang 50 ribu di dalam dompetku. Dalam obrolan kita di cafetaria itu, berkali-kali Paulla telepon menanyakan tentang dokumen BPJS pasien dia. Lalu pada akhirnya kau mengalah untuk segera pulang.

    Saat kita melewati eskalator menuju basement mall dan kau bilang sesuatu saat kita melewati depan toko perhiasan perak. Aku bilang padamu “Mau?Ayo” dan kaupun kesulitan memilih cincin yang pas untuk jarimu. Aku hanya melihat-lihat dan pada akhirnya menemukan cincin yang mungkin paling cocok dan pas dijarimu. Saat kau coba dan ternyata pas di jari, kau tanyakan. “Kok bisa tau ukuran yang pas” tapi aku hanya senyum dan mengatakan dalam hati bahwa aku hanya mencoba memahamimu, karena itu aku tau ukuran jarimu. Setelah selesai membayar dua cincin itu, 1 cincin yang aku pilih dan 1 cincin lain yang sedikit terlalu besar di jari manismu. Aku memasangkan kedua cincin itu di jari manismu. Mbak-mbak yang jual cuma tersenyum. Dan kau bilang “Sudah cocok loh kak” akupun hanya berkata dalam hati bahwa aku akan terus berjuang untuk terus bersamamu.

  • Games

    Rainbow Six: Rogue Spears Black Thorn, ya, nama salah satu video game yang pertama kali aku mainkan. Meskipun hanya trial, aku memainkan game ini setiap hari pulang dari sekolah karena game ini adalah game shooter pertama yang mainkan. Tentunya karena tidak  ada game lain.

    Semenjak itu aku mulai berburu game komputer yang lain, mulai dari Age of Empire hingga Warcraft. Setelah aku masuk SMA,  jumlah game yang aku mainkan bertambah banyak karena aku mendapatkan banyak teman yang memiliki hobi yang sama. Call of Duty,  Fifa,  Rise of Nation, dan masih banyak lagi.  Pacaran?  Tidak,  aku hampir tidak pernah tertarik untuk pacaran setelah putus dengan Dyah saat kelas 1. Alasannya simpel aku hanya akan berpacaran dengan orang yang menang aku sayangi. Aku tidak pernah tertarik untuk mempermainkan wanita. 

    Ibuku sering kali mencabut kontak listrik ketika aku sudah terlalu lama bermain game. Dan akupun marah ketika itu dilakukannya. Banyak orang bilang game membuat bodoh. Aku hanya mengatakan dalam hati ketika mereka menceramahi ku seperti itu. Aku bisa belajar sejarah dari Call of Duty, Age of Empire, dan Rise of Nation. Aku bisa belajar memanage dari Playboy The Mansion dan Sims City. Aku bisa belajar untuk menghargai orang lain dan berjuang untuk orang lain dari Call of Duty, Sniper Elite, dan Swat. Aku bisa tahu bagaimana menjadi sebuah team dari Counter Strike, dan Ayodance. Bahkan belajar bahasa inggris dari semua game itu. Aku bisa belajar berkomunikasi dan mendapatkan banyak teman tanpa memandang status, agama, orang tua, dan asal lewat game online.

    Di sisi lain ada banyak cerita bahwa banyak orang yang “membawa” sisi buruk game ke dalam dunia nyata. Masalah itu tergantung dari orangnya. Jika dia bisa membedakan mana dunia game dan mana dunia nyata, tentunya mereka tetap bisa memisahkan semua itu. Caranya adalah mencari teman di dunia nyata. Jadi aku bermain game dengan mengimbanginya bersosialisasi dengan teman-temanku. Ikut tertawa saat mereka bahagia dan itu berduka saat mereka bersedih. Saling menasehati dan saling membantu.

    Begitupun saat aku kuliah, aku masih tetap bermain game sambil tetap kuliah, dan mendesain. Dan pada masa inilah aku terkena toxic game. Hehe. Begitu seringnya aku bermain game, Tya pernah aku hiraukan saat dia menghubungiku lalu pada akhirnya kita putus. Yang aku rasakan saat putus? Aku benar-benar galau, merasa sangat bersalah dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Hingga pada akhirnya setelah aku merenung, aku sadar bahwa aku terlalu ketagihan dengan game.

    Sejak saat itu aku berjanji bahwa aku harus bisa membagi pekerjaan, game, dan orang-orang di sekitarku. Aku tidak pernah main-main ketika aku mengatakan aku cinta pada seseorang, bahkan setelah aku putus dengan Tya aku tidak pernah lagi pacaran karena aku tidak menemui orang yang aku inginkan. Wanita cerdas dan memiliki pandangan luas, wanita baik dan memiliki banyak kasih sayang pada keluarga. Dan aku selalu berjanji pada diriku sendiri, aku harus bisa menemukan orang seperti itu dan tidak akan pernah menjadikan nya permainanku seperti video game yang dengan sesuka hati aku bisa menentukan check point lalu mengulangnya jika game over. Aku tidak akan pernah mengatakan cinta hanya untuk permainan cukuplah aku bermain game.

    Hati manusia bukanlah video game.

    20181111
  • Mantan

    Pagi ini aku bertemu dengan mantan pacarku yang baru saja berpisah denganku pada bulan Maret yang lalu. Dia bertanya apakah aku masih mengharapkannya dan mau kembali padanya. Yang terlintas dalam pikiranku saat itu adalah kau, aku sudah bertemu dengan orang yang selalu ada di mimpiku dan aku tidak akan pernah meninggalkannya atau mengabaikannya seperti yang pernah dia lakukan padaku. Lalu dengan jelas dan tegas aku katakan padanya bahwa aku tidak lagi mengharapkanmu dan tidak ada lagi perasaan dalam hatiku padamu. Hingga berapa kali dia menanyakan pertanyaan yang sama dan jawabanku juga selalu sama. Mungkin hatiku terlalu sakit karena dia sudah mengabaikan kesungguhanku.

    Begitu terbangun aku sadar bahwa itu semua adalah mimpi. Ya, sejak aku tidur di kantor hari Senin pagi minggu ini sudah beberapa kali aku alami mimpi yang sangat jelas. Mulai dari bertemu denganmu dan melanjutkan obrolan hari Minggu lalu sampai bertemu dengan mantan pacarku yang kualami pagi ini. Lalu badanku terasa sangat dingin begitu aku bangun. Timbul rasa bersalah padamu di dalam hatiku, aku terlalu dalam mecintai kalian semua, orang orang yang aku tulis tadi malam.

    Yang bisa aku katakan padamu hanyalah kata maaf karena sudah mencintai kalian terlalu dalam memalui Whatsapp. Ingin sekali aku katakan langsung tapi aku tidak berdaya.

    Pada saat aku bangun hari ini pukul 3 pagi kepalaku benar-benar pusing, karena pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya kupikirkan tentang flow rumit yang dibuat Allah dan tidak aku pahami masih saja tampil seperti sebuat garbage memory. Yang kurasakan bukan lagi migrain karena kedua sisi kepala belakang bagian kanan dan kiri semuanya sangat sakit. Hanya duduk sambil memikirkan apa yang terjadi, kenapa semua itu terjadi, apa maksudnya, membuat kepalaku semakin sakit.

    Yang kuucapkan dalam doaku setelah tahajud pagi ini hanyalah keluhan karena aku tidak paham dengan apa yang sedang aku alami. Migrain yang baru saja sembuh 6 bulan yang lalu datang lagi. Ingin rasanya aku menangis tetapi selalu saja air mataku tertahan hingga pada akhirnya aku malu karena 2 hari lalu memberikan motivasi pada Akbar untuk tidak menangis ketika dia buntu untuk menghafal surat Al-Kahfi. Aku malu padamu Akbar.

    Lalu kuputuskan untuk kembali tidur setelah selesai shalat Subuh sambil mengabaikan rasa sakit itu.

  • Migrain

    Malam tadi dikepalaku banyak sekali pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu saja berulang menggangguku. Apa, kenapa, kapan, bagaimana. Membuatku sangat kacau dan selalu saja aku tidak pernah bisa berfikir jernih setiap kali mereka datang. Lalu pada akhirnya hanya membuat leherku sakit lalu migrain. Sama persis dengan yang kau rasakan minggu lalu.

  • Api

    Aku bukanlah orang yang baik

    Aku bukankah orang yang sempurna

    Dan aku adalah pencemburu

    Aku bisa marah,

    Tapi tidak,

    Semua ini bukanlah salahmu,

    Tidak ada yang salah tentang semua ini

    Aku hanya bisa marah pada diriku sendiri,

    Tertawa, menggoda, lalu memakinya

    Karena aku tak ingin api ini membutakanku

  • Penggoda

    Aku, bukanlah anak yang penurut ataupun kakak yang baik sepertimu. Meskipun dengan cara yang berbeda, aku sangat mencintai mereka. Berkali-kali ketakutan muncul dipikiranku, pada saatnya akankah kami bertemu di surga. Pertanyaan itu benar-benar membuatku sangat kacau jika memikirkannya. Terlalu banyak path yang mungkin saja terjadi, banyak flow yang dilewati, dan banyak kondisi maupun looping yang bisa terjadi. Dan pada akhirnya aku hanya bisa menangis sendirian. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Yang aku tahu hanyalah mencari orang yang bisa mengajariku menjadi anak dan kakak yang lebih baik dan mereka cintai. Mungkin lebih daripada mencintaiku. Setidaknya itulah hadiah terbaik yang bisa aku berikan pada mereka.

    Dan pada akhirnya saat kau bercerita tentang keluargamu, tentang Akbar, Ayahmu, dan Ibumu pada pertemuan pertama kita membuatku yakin bahwa kaulah orang yang selalu ada di mimpiku selama ini. Aku merasa ada diantara kalian saat kau ceritakan semuanya, aku bisa merasakan, bahkan sangat jelas dalam pikiranku. Tanpa aku sadari aku jatuh cinta pada kalian. Hatiku berkata bahwa aku harus menjadi bagian kalian, dan kau harus menjadi bagian keluargaku dan menjadi sangat berharga bagiku. Berkali-kali aku katakan pada Ipen dan Robby, aku bertemu dengan orang yang selama ini hanya ada di anganku. Orang yang menurutku hanya akan ada dalam mimpi dan tidak mungkin ada di dunia ini. Tapi ternyata Allah membawamu ke Jogja dan mempertemukan kita.

    Namun saat ini ada ketakutan yang sangat dalam di hatiku. Akankah kau dihadirkan hanya sebagai penggodaku bahwa orang yang aku impikan memang ada agar aku takjub lalu Dia bawa berlalu. Hanya pertanyaan demi pertayaan yang keluar dalam hatiku Apa artinya semua ini? Apakah Kau membawanya ke Jogja untukku, ibuku, ayahku, dan adik-adikku? Apakah Engkau membawanya untuk orang lain karena aku tidak pantas untuknya? Apakah Kau akan meridhoi ku? Dan masih banyak pertanyaan lain yang selalu keluar dipikiranku lalu pada akhirnya hanya berulang. Sama seperti looping while(true).

    Saat ini aku tidak tahu lagi harus melakukan apa. Tak tahu apa yang harus aku lakukan jika gagal. Pikiranku buntu, nafasku sesak, dan bahkan aku kesulitan untuk menulis kode program yang sedang aku kerjakan. Ingin rasanya menangis saat aku berada pada keadaan seperti ini. Keadaan yang tidak aku rasakan sebelumnya. Aku benar-benar kacau.

  • Mimpi

    Pagi ini aku hanya tidur sebentar. Dan bangun pukul 6 tapi jujur saja aku lebih senang kembali tidur untuk bermimpi lagi. Karena untuk kedua kalinya di minggu ini aku bertemu denganmu. Dalam mimpi aku bebas untuk melihat senyummu, memegang tanganmu, bahkan memelukmu dengan semua kerinduanku tanpa memikirkan banyak beban.

    Tapi dirimu tak bisa lagi kutemukan saat aku kembali tidur dan itu membuatku sedih. Setidaknya sapaan Akbar pagi ini membuatku lebih tenang, salah satu orang yang selalu menganggu pikiranku. Seseorang yang sangat ingin aku ajak bercerita dan membuatku iri pada kecerdasannya. Terima kasih sudah menenangkan pikiranku pagi ini, Akbar.

  • Sangat Berat

    Ditinggalkan pacar atau diduakan orang yang ingin aku ajak untuk menghabiskan waktuku bersama memang berat. Bahkan di saat aku sedang berjuang untuk merealisasikannya pernah aku alami. Sebelumnya aku sudah menutup diri selama 3 tahun lalu mulai kembali untuk membuka diri,  hingga pada akhirnya ditinggalkan. 

    Saat itu memang keadaan yang sangat berat untukku. Namun aku masih terus berusaha bangkit. Saat aku sudah mulai bisa menerima semua itulah ku bertemu denganmu yang benar-benar berubah semua logikaku. Bahkan lebih dari dia yang dulu.

    Aku sungguh mencintai kecerdasan, cara bicara, dan sikap mu. Dan baru dirimu lah orang pertama yang secara langsung dan mantap aku ajak untuk menghabiskan waktu di dunia maupun di surga. 

    Sampai aku mengenal akbar. Dan pada akhirnya aku sadar bahwa aku tidak hanya mencintaimu. Tapi juga akbar. Kalian berdua sungguh menginspirasiku. Saat kalian tak ada kabar membuatku cemas dan takut hingga kalian  berdua datang dalam mimpiku.

    Memeluk akbar dan dengan jelas aku bisa mendengar suaranya. Seperti apa wajahnya, seberapa tinggi nya pun sangat jelas di mataku dan selalu ku ingat dengan jelas ketika aku merindukannya.

    Dan saat ini aku benar-benar takut kehilangan kalian. Ditinggalkan 1 orang pacar yang aku sayang memang berat tapi mungkin tidak seberat jika  kamu dan akbar sekaligus. 

    Dan saat ini aku sedang berusaha untuk memenuhi permintaannya untuk memancing bersama. Satu hal yang tidak pernah aku lakukan pada semua mantan pacar ku. Kalian sudah menghancurkan semua logikaku.

    Tapi dengan semua keputusanmu saat ini membuatku dalam posisi yang sangat sulit. Aku tidak ingin membuat semua orang berfikir buruk jika aku melakukannya. Namun di sisi lain aku harus menepati janji ku sebagai seorang pria kepada akbar.

    Aku ingin menangis, teriak, menertawakan diriku sendiri lalu mencemoohnya sekeras mungkin hingga semua orang tidak dapat mendengarnya. Tapi aku tak sanggup menangis. Hanya kebingungan yang ada dalam hatiku. 

    Sering kali aku tanya-tanya kenapa aku harus di Jakarta? Jika waktu bisa kembali aku pasti akan memilih untuk tetap di Jogja dan menunggumu datang. Dan aku hanya bisa berfikir bahwa Allah memang menyuruh ku untuk ke Jakarta karena saat itu aku tidak cukup pantas untuk kalian. Apalah arti semua ini? 

    Dengan semua yang terjadi saat ini, hanyalah pertanyaan demi pertanyaan yang ada dalam benakku.

    Dan saat ini aku hanya ingin bertemu lalu mengatakan semua ini padamu

  • Semakin Jauh

    Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi padamu

    Tapi aku rasakan kau sangat jauh berubah dari awal kita bertemu

    Yang ada di pikiranku hanyalah pertanyaan demi pertanyaan,

    apa yang terjadi padamu?

    Jika ada sesuatu yang terjadi padamu beritahu lah aku

    Ataukah ada yang salah denganku?

    Maka beritahulah aku

    Ini semua sungguh menyiksaku,

    Aku ingin tahu apa yang sedang kau rasakan

    Aku akan datang jika kau memintanya,

    Sungguh aku tak mengerti

    Aku ingin segera bertemu

    dan berharap mendapatkan jawabannya

    Apapun itu aku akan selalu siap

    Maafkan aku jika aku tak mengerti

    Bukan aku tak mau memahami maksudmu

    Bukannya aku hanya ingin dipahami

    Aku selalu mencoba membaca maksudmu

    Tapi sungguh,

    hatimu tidak pernah bisa aku tebak

    Ketidaktahuanku atas semua yang kau rasakan saat ini

    Sungguh menyiksak

    Aku hanya ingin kau tahu,

    Aku selalu merindukanmu

    dan aku tidak tahu apa maksud dari semua  ini

    Benar-benar berat jauh denganmu saat ini

    Berjuang untuk sesuatu yang tidak aku tahu

    Berharap mendapatkan ridho-Nya

    Ridho Ibuku, ridho Ayahku

    Ridho Ibumu, dan ridho Ayahmu


    20181028
  • Dan Bertemu Lagi

    Untuk kesekian kalinya aku bertemu kalian dalam mimpiku. Kadang aku sendiri yang merasa aneh dan bingung. Kenapa semua terjadi dan apa maksud semua ini. Apa karena aku rindu pada kalian?

    Yang aku bisa lakukan saat ini hanyalah diam dan memberimu waktu untuk semua pekerjaan dan kesibukanmu saat ini tanpa membuatmu terbebani dengan  semua pertanyaanku yang pada akhirnya hanya akan membuatmu tidak bersemangat lagi.